Buruknya Komunikasi Pihak STPM Santa Ursula Ende dan Pemerintahan Desa Terhadap Masyarakat

(Catatan pasca kunjungan Mahasiswa/i STPM Santa Ursula Ende ke Desa Wangka)

“Communication leads to community, that is, to understanding, intimacy and mutual valuing.” Rollo May.

Hal fundamental mengapa kita perlu berkomunikasi adalah kebutuhan kita akan sesama untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Coba kita bayangkan sebuah dunia tanpa komunikasi! Kita mungkin memiliki ide cemerlang atau memiliki keinginan yang kuat untuk sesuatu, tetapi tidak dapat mengekspresikan keinginan kita, maka besar kemunginan kita bisa menjadi stres. Hidup pun akan membosankan, kosong dan dunia ini seolah tidak ada artinya ketika kita tidak bisa berkomunikasi.

Sebagai makhluk sosial, manusia selalu berelasi dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu ini memaksa manusia perlu berkomunikasi.

Komunikasi adalah inti kehidupan dan menjadi suatu keharusan. Untuk mengekspresikan diri, manusia perlu berkomunikasi. Seseorang harus berkomunikasi untuk mengekspresikan perasaannya, menyampaikan informasi kepada orang lain dan berbagi pikiran dan perasaannya.

Dalam teori komunikasi S. F. Scudder pada tahun 1980 ia menulis “semua makhluk hidup yang ada di planet ini berkomunikasi meskipun cara komunikasinya berbeda.” Tanaman mengkomunikasikan kebutuhan mereka untuk dirawat dan disiram segera melalui perubahan yang terlihat pada warna daun, dan jatuhnya daun dan bunga. Hewan berkomunikasi dengan suara, beberapa gerakan untuk menunjukkan bahwa mereka lapar atau tidak sehat atau membutuhkan perawatan medis. Seorang ibu tidak akan pernah mengerti bahwa anaknya lapar atau sakit kecuali sampai anak menangis. Anak kecil menggunakan tangisan sebagai alat untuk mengkomunikasikan rasa sakitnya dan membutuhkan perhatian.

Jadi dapat disimpulkan bahwa hukum universal tentang komunikasi menjelaskan bahwa semua makhluk hidup entah tumbuhan, hewan atau manusia berkomunikasi melalui suara, ucapan, gerakan tubuh, atau dengan cara sebaik mungkin untuk membuat orang lain sadar akan pikiran, perasaan atau pun masalah mereka.

Dalam konteks senada beberapa waktu lalu mahasiswa/i STPM Santa Ursula Ende datang dan hidup bersama masyarakat Desa Wangka selama dua bulan atau katakan kegiatan itu sebagai Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tentang KKN sendiri dimulai pada tahun 1971 oleh Direktur Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu (biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa). Kegiatan KKN ini sebenarnya sesuai dengan keputusan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Indonesia bahwa setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai masyarakat kami sangat berterima kasih atas kunjungan tersebut. Kami berterima kasih juga karena telah membagikan pengetahuan-pengetahuan dari kampus untuk kami di kampung. Ada beberapa pendekatan komunal dari para mahasiswa/i  demikian juga pendekatan personal yang membantu masyarakat untuk memahami sesuatu yang baru. Untuk semuanya saya sebagai masyarakat desa sangat berterima kasih (sebagai penulis artikel ini) saya juga berterima kasih telah membantu mencerdaskan masyarakat.

Mengapa saya menyebut judul tulisan saya di atas sebagai buruknya komunikasi pihak STPM Santa Ursula Ende dan pemerintahan desa terhadap masyarakat?

Pertama, tidak ada keterbukaan dari dua institusi di atas. Masyarakat desa tidak tahu kalau mahasiswa/i STPM Santa Ursula Ende akan mengadakan KKN di desa mereka. Pertanyaan saya mengapa pihak STPM Santa Ursula Ende atau pemerintahan secara langsung atau melalui perangkatnya membuat sosialiasi kepada masyarakat?

Kedua, tentang cara pemerintahan desa menempatkan para mahasiswa di rumah warga. Tepat pada hari H tiba-tiba ada perangkat desa datang ke rumah warga agar menerima mahasiswa untuk tinggal selama dua bulan. Kira-kira apa alasan rasional tindakan ini? Warga dalam keadaan tidak tahu dan bahkan tidak ada persiapan sama sekali untuk menerima mahasiswa/i ini kok langsung dianjurkan untuk menerima. Tentu sebagai orang tua yang baik mereka menerima mahasiswa/i ini untuk tinggal. Apalagi pada hari yang sama mahasiswa/i ini telah tiba di desa. Ini adalah cerminan tentang buruknya komunikasi terhadap warga. Sebagai masyarakat saya merasa tindakan pemerintah seperti ini sangat tidak adil dan terkesan menyalahgunakan fungsi otoritasnya sebagai wakil rakyat. Kami masyarkat ini sudah susah jangan buat tamba susah lagi ko…

Ketiga, alasan ekonomi. Sebaiknya pihak STPM Santa Ursula Ende dan pemerintahan desa paham bahwa masyarakat ini hidup susah. Biaya ekonomi keluarga saja setengah mati lalu ada penambahan jumlah anggota keluarga dewasa secara tiba-tiba. Pernahkah pihak STPM Santa Ursula Ende dan pemerintahan desa berpikir sampai di situ? Atau ‘mungkin’ ada alokasi dana untuk biaya hidup mahasiswa/i itu selama dua bulan dari pihak STPM Santa Ursula Ende tetapi tidak ada keterbukaan dari pemerintahan desa? Tolonglah berkomunikasilah yang terbuka terhadap kami masyarakat desa di kampung. Kami mungkin kurang paham birokrasi tetapi kami paham bahwa keadaan ekonomi kami susah.

Sekadar catatan kecil kami masyarakat desa berharap ini menjadi sebuah masukkan kepada pihak STPM Santa Ursula Ende agar ke depannya perlu ada keterbukaan dengan masyarakat secara langsung atau tidak langsung melalui pemerintahan desa. Namun jika jika sudah ada tetapi dari pemerintahan desa yang belum terbuka terhadap masyarakat maka kami berharap ke depannya untuk lebih terbuka lagi. Harapan kami semoga kejadian ini cukup di Desa Wangka saja kami tidak mengharapkan hal ini terulang pada desa lain. Dengan tegas kami tidak menolak mahasiswa/i yang mau hadir di tengah-tengah kami untuk mencerdaskan bahkan memberi masukkan-masukan positif yang membangun tetapi kami menolak komunikasi yang buruk dari pihak Universitas atau Perguruan Tinggi dan pemerintahan desa terhadap masyarakat. Jika ada tanggapan dari pihak STPM Santa Ursula Ende dan pemerintahan desa maka kami (termasuk penulis) menerima dengan senang hati.

Salam.***

 

Lee Risar : Orang Wangka.

 

Foto ilustrasi: Qerja.com

 

Ini tulisan selanjutnya: Sambil Menunggu Tanggapan Official dari STPM Ursula Ende: Ini Tanggapan Pemdes Wangka

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: