Membaca Itu Indah 

“Semakin banyak yang Anda baca, semakin banyak hal yang akan Anda ketahui. Semakin banyak yang Anda pelajari, semakin banyak tempat yang akan Anda kunjungi.” Demikian Dr. Seuss menulis dalam bukunya I Can Read with My Eyes Shut! (The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you’ll go). Kemudian Cassandra Clare dalam bukunya Clockwork Angel menulis “Hanya orang yang sangat lemah menolak untuk dipengaruhi oleh sastra dan puisi.” (Only the very weak-minded refuse to be influenced by literature and poetry).

Maksud saya sebenarnya sederhana sekali yakni mengajak kita semua orang Indonesia untuk membaca dan membaca agar menambah pengetahuan. Terutama para pelajar gunakan kesempatan itu untuk membca banyak hal. Karena tidak semuanya kita dapat di bangku sekolah atau kuliah. Membaca itu indah.

Saya bosan melihat data yang dikeluarkan World’s Most Literate Nations, peringkat minat baca Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara. Peringkat ini merupakan hasil penelitian dari Central Conecticut State University tahun 2016. Harapan saya adalah semoga tahun 2017 menoreh cerita lain dan Indonesia tidak berada di posisi buntut seperti itu lagi.

Menyitir Dr Sesuss dalam pernyataan di atas bahwa “Semakin banyak yang Anda baca, semakin banyak hal yang akan Anda ketahui. Semakin banyak yang Anda pelajari, semakin banyak tempat yang akan Anda kunjungi.” Artinya begini mengunjungi suatu tempat yang kita impikan tidak perlu biaya mahal-mahal cukup beli buku yang menjelaskan tempat itu entah itu berhubungan dengan sejarah, sastra, budaya, kehidupan sosial dan lain-lain. (Tetapi kalau Anda memiliki uang lebih untuk jalan-jalan ke tempat idaman Anda maka Anda adalah orang yang beruntung dan itu pun Anda harus membaca terlebih dahulu tentang tempat itu karena pasti punya alasan mengapa tempat itu menarik untuk Anda). Ada juga hal-hal yang luput dari pemandangan kita jika tidak cukup jeli maka membaca buku itu tidak kala menariknya karena penulis pasti melakukan riset terlebih dahulu tentang apa yang ia tulis. Cerita akan menjadi berbeda jika tempat yang akan Anda kunjungi adalah sebuah tempat fiktif. Contohnya Negeri Antah Berantah hahaha… Suda banyak orang menulis tentang manfaat membaca maka suda saatnya kita mengambil buku dan membaca. Anda bisa membca tulisan lama saya di sini: Mengapa Kita Harus Membaca?

Lee Risar

Melbourne – Australia

 

Advertisements

10 thoughts on “Membaca Itu Indah 

Add yours

  1. Setuju sekali, Bang!
    Saya jadi teringat dengan sosok guru Bahasa indonesia saya waktu masih SMP. Beliau adalah orang yang berjasa besar untuk menjadikan saya jatuh cinta pada bahan bacaan. Ia mengajarkan kami untuk menulis di dinding kamar tulisan, ” Sudah berapa buku yang Anda baca hari ini? ” . Bukan lagi halaman, tapi Buku!. Tanpa sadar, kami tergerak untuk banyak membaca sejak saat itu dan jadi kebiasaan sampai saat ini.
    Semoga semakin banyak orang yang gemar membaca ya…Walaupun sampai saat ini, kita orang Indonesia masih sangat terkenal dengan kegemaran mengekspresikan diri secara lisan dalam hal mengobrol. Kita suka ngomong!

    Liked by 1 person

    1. Jujur Ayu.. saya sekarang semakin bosa melihat peringkat (minat baca) orang-orang Indonesia (khususnya pelajar). Gurumu itu luar biasa.. saya suka sekali.. salam buat dia ya..

      Oya saya baru dapat informasi ternyata orang-orang Indonesia usia pelajar sekrang semakin meningkat minat bacanya tetapi sayang bukan buku. Mereka berminat membaca time line media sosial. (kecewa sih tapi harapannya ke depan semakin baik).

      Mentalitas debat/ngomong ada tetapi kualitasnya kecil karena mereka hanya mengetahui sedikit-sedikit dari medsos. (ngomongnya ngawur… hahaha)

      Salam literasi untuk orang-orang Indonesia di Filipina… 😀

      Liked by 1 person

    2. Ayu harap bisa bertemu langsung dengan Beliau dan menyampaikan. Kemarin pulang ke Indonesia tidak sempat bertemu.

      Benar, Ayu pernah membaca laporan tersebut. Dalam hal menulis dan membaca di sosial media, terutama Facebook, Indonesia bisa dikatakan masuk 3 besar dunia. Tapi memang sedihnya, apa yang post kadang tidak banyak berhubungan dengan pendidikan, lebih banyak curhat dan foto. Kita memang bangsa yang suka berekspresi.

      Soal mentalitas debat, Ayu setuju. Beberapa kali ikut ambil bagian dalam debat kecil-kecilan di media sosial, selalu berakhir dengan kena cemooh dan macam-macam. Lucu ya…; Sedih juga karena melihat pendeknya dan tidak dalamnya pengetahuan teman yang ikut berdebat. Tapi, ya sudahlah….memang menyebarkan pendidikan itu butuh proses dan waktu serta kesabaran.

      Okay, salam akan disampaikan….
      Salam sukses.

      Liked by 1 person

  2. kalau kita analisis kenapa minat baca di Indonesia sangat kurang terutama bagi pelajar itu karena kurangnya motivasi yang didapatkan, terlebih dibagian pelosok daerah kurangnya akses bacaan ketempat tersebut, miris memang..
    semoga dari kita orang yang sadar akan hal ini bisa meningkatkan minat baca bagi lingkungan…

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: