Saat Kita Telanjang 

 

 

Enak sekali saat kita telanjang
kita tidak sempat berpikir hanya mungkin
tertawa atau menangis seperti seorang bayi
setelah dilahirkan di sebuah rumah atau kandang
dikelilingi para bangsawan atau kawanan gembala
dan bahkan ada yang terlahir dan dibuang di tempat sampah

Mata kita terbuka dan menatap penuh takjub
dan berkata oh betapa indah lekuk tubuhmu
gumpalan-gumpalan dagingmu
yang cepat atau lambat dikerutkan
oleh waktu yang tergesa karena di bawah kulit
kita sebenarnya sama
seperti puisi
yang dibentuk kata dari huruf-huruf yang seksi
lalu haruskah kita memuja-muji tubuh
dan kita mesti bertanya siapakah aku di hadapan waktu?

 

(Foto Lukisan: Jan Brueghel de Oude dan Peter Paul Rubens “The garden of Eden with the fall of man”)

Lee Risar

Winter – Melbourne Australia, 2017

Advertisements

7 thoughts on “Saat Kita Telanjang 

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: