Raja Riung?

Oleh Lee Risar : Orang Riung tinggal sementara di Melbourne – Australia

(Tulisan ini pernah dipublikasi di halaman Facebook Lee Risar dengan judul Siapa Raja Riung pada tahun 2014 lalu)

Setelah saya menyimak postingan Masri Banggo dan beberapa komentar tentang siapa raja Riung dan asal muasalnya dari mana? Oleh beberapa member Dalam grup facebook Ata RIUNG Saya juga merasa tergugah untuk memberi sedikit komentar lewat catatan ini.

Siapa sebenarnya raja Riung? Jawabannya Petor Sila (raja pertama) raja ke dua saya lupa raja ke tiga Napang MP Sila.

Dari mana asalnya? Ia berasal dari Mbay.

Pertanyaan lanjut adalah mengapa dari Mbay? Berdasarkan sejarah lisan beberapa tokoh masyarakat seperti: Alm Muhamad Ndeghot ^imam Riung^, alm Yohanes Rita ^ayah dari Yosep Saki^ , Gabriel Magu ^tokoh masyarakat Wangka”, Alm Mka Mzang ^ayah dari Martinus Make ^tokoh masyarakat Mulu^, Alm Dalu Barang ^Dalu Riung pegunungan^ dan beberapa tokoh yang lupa saya sebutkan. Informasi ini dihimpun oleh bapak Yosep Saki (ayah saya). Tentang informasi sejarah Riung mungkin masih tersimpan file sejarah Riung dan silsila lengkap suku NIKI di rumah.

Kita kembali ke perbincangan awal tadi. Sejarah sampai ada Petor Sila di Riung.

Pada zaman dahulu mka Ndondo (orang mbay) lari dari Mbay dikejar oleh keluarga dan kerabat dekatnya karena  menghamili saudarinya sendiri. Beliau lari ke Riung dan waktu itu sampai di Pore (sekarang ini tempat itu disebut Soro Galung) dia diselmatkan oleh mka Rang (Saat itu ketika ditanya oleh keluarga Ndondo dari Mbay apakah melihat Ndondo? Rang menjawab iya tidak melihat siapa-siapa padahal dia telah menyelamatkan Ndondo. Lalu mereka pulang ke Mbay.) Nama Soro Galung ini diberi oleh mka Rang sendiri dan memiliki makna “yang di dalam tidak bisa ke luar dan yang dari luar tidak bisa masuk” dalam bahasa Wangka disebut Nawe Subhi.

Setelah Ndondo berada di Riung dan mulai ada hubungan kawin-mawin (saya lupa nama istrinya). Mereka tinggal di Nua Linga sekitar Wae Rea sekarang. Hasil perkawinan itu memperanakan Sila dan Luang. Anak dari Sila itu Petor (menjadi raja pertama yang diangkat Belanda). Anak dari Luang jadi dalu Riung (bisa dikatakan bawahan raja). Saat mereka tinggal di Nua Linga lalu karena disetujui warga masyarakat, termasuk suku Niki maka mereka tinggal di kampung Riung dulu (bukan kampung Riung yang sekarang). Ndondo ini memiliki hubungan kawin mawin dengan Ira (marga yang masuk Riung berasal dari selatan mungkin Bajawa karena mengembara di hutan-hutan) dan Ira memperanakan Masa lalu Masa memperanakan Nampar (lebih dikenal dengan julukan “Bambar Wara” karena dia adalah seorang pahlawan) dan Nampar memperanakan Masa Ira. Keturunan dari Bambar Wara sekarang ada Mka Baka di kampung Riung.

Raja Riung bukan pilihan masyrakat seperti di daerah Jawa, Sumatra, Kalimantan dan sebagainya, tetapi pilihan Belanda sekitar 1929 (tentang pengangkatan raja masih ada file sejarahnya). Pada zaman itu di Riung telah ditetapkan seorang Karaeng diangkat oleh  kesultanan Bima. Namun karena secara politis pemerintahan Belanda mau menguasai seluruh pelosok tanah air maka diangkatnya raja-raja pilihan Belanda yang patuh terhadap Belanda. Nama Karaeng Riung itu Karaeng Zebar. Karaeng ini sangat membenci kekuasaan kolonilal Belanda. Anak dari Zebar ini namanya Ngguma kawin dengan seorang Kapten dari Maluku-Ambon. Nama kapten itu Beru yang memperanakan Sema (dia yang menyelamatkan masyarakat dan karaeng dari kepungan kolonial dengan kecerdikkannya yang agak lucu dia mengatakan “Losi mi… Losi mi…” namun dengan tangan melambai seolah memanggil mereka padahal memerintahkan untuk lari. (mungkin ini sebuah taktik atau siasat perang hahaha…) Sema memperanakan Laba dan Laba memperanakan beberapa orang dan yang saya ingat Mang dan Kaharudin (sering dipanggil Da sekarang mungkin masih bekerja di Rumah Sakit Riung).

Tentang istana kerajaan Riung itu tidak ada yang tersisa hanya bekas tungku api raja di kampung Riung lama. Bukti sejarah suku atau benda-benda sejarah dalam kerajaan pun tidak ada.

Kalau flash back apakah raja Riung asli Riung? Jawaban pastinya tidak. Lalu sudah berapa generasi raja Riung berada di Riung? Maka saya akan memberikan sedikit penjelasan dan diambil dari dalam keluarga saya sendiri. Ndondo memperanakan Sila dan Sila memperanakan Petor (Petor Sila yang menjadi raja diangkat oleh Belanda). Petor Sila memperanakan Napang lalu Napang memperanakan Dida (kawin dengan bapa besar saya namanya Nur N) Dida memperanakan Mahdila memperanakan Yuni dan sampai anak dari Yuni sekarang. Maka raja Riung sekarang berada di Riung sudah delapan (8) generasi.

Sampai di sini dulu penjelasan saya karena membahas sejarah tentunya sangat panjang. Saya tidak bisa mengatakan segala sesuatu tetapi saya akan mengatakan segala sesuatu yang bisa saya katakan. Saya juga akan berusaha menggali dan menukik lebih dalam lagi tentang Riung sambil mendalami tukikan itu.

ada juga tulisan lain baca selengkapnya di sini: ORANG RIUNG?: Sebuah Pertanyaan Reflektif

Salam…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: